- KIK
Materi KIK bulan Maret merupakan lanjutan dari materi KIK bulan Februari yakni mengenai Fiqh Prioritas. Pada bulan Maret ini dibahas mengenai prioritas ilmu atas amal. Ustadz Ihsan menjelaskan bahwa ilmu harus didahulukan sebelum amal karena amal yang dilakukan tanpa ilmu maka banyak mendatangkan mudharatnya dibanding manfaatnya. Contohnya adalah seorang pemimpin negara yang memimpin negara tanpa didukung dengan ilmu yang memadai maka bisa dipastikan negara yang ia pimpin sedang menuju kehancuran. Hal ini sudah beberapa kali menimpa negara Indonesia, dimana para presidennya memiliki ilmu yang tidak memadai sehingga membuat rakyatnya sengsara sampai saat ini.
- TPD
Materi TPD bulan Maret ini tidak jauh beda dengan materi TPD pada bulan Februari yakni berkaitan dengan five level leadership. Seseorang baru dikatakan pemimpin apabila ia sudah mencapai level keempat dan baru dikatakan pemimpin ideal apabila ia sudah mencapai level kelima. Peserta PPSDMS sebagai mahasiswa pilihan diharapkan minimal berada pada level keempat. Dalam perjuangan menuju five level leadership seseorang tidak perlu menapaki satu persatu level yang ada secara runtut. Hal ini dikarenanakan level kepemimpinan bukanlan sebuah jabatan yang birokratis, melainkan sebuah kemampuan yang bisa diasah setiap saat dan dimana saja.
- TJ dan SP
Materi Trainin Jurnalistik pada bulan Maret adalah mengembankan gaya penulisan. Gaya penulisan setiap orang tidak ada yang sama persis karena dipengaruhi factor-faktor yang berbeda. Beberapa faktor tersebut adalah: pegalaman masa lalu, buku bacaan, lingkungan tempat tinggal, dan lingkungan pergaulan. Faktor-faktor tersebut membentuk kepribadian seseorang yang pada akhirnya membentuk gaya penulisannya. Untuk mempuyai gaya penulisan yang optimal maka diperlukan latihan terus menerus agar kemampuan semakin terasah dan menjadi tajam.
Studi pustaka pada bulan Maret ini membahas topik menyonsong abad 21. Perjuangan dakwah ke depan akan menjadi semakin berat apabila umat Muslim tidak menguasai IPTEK. Karena hal itu sudah menjadi kewajiban setiap umat Muslim untuk berbagi tugas dalam mengejar ketertinggalan dalam bidang IPTEK.
4. DIALOG TOKOH
Tokoh pada bulan Maret ini adalah seorang ibu Yuliana yang merupakan caleg dari PKS. Pengalaman dan prestasi beliau sungguh banyak dan luar biasa bila dibandingkan dengan pengalaman dan prestasi perempuan pada umumnya. Dalam kesempatan waktu itu, beliau menjelaskan beberapa hal dan satu hal utamanya adalah berani bermimpi. Beliau menjelaskan bahwa beliau sangat sering menemukan keajaiban dalam kehidupannya karena beliau mempunyai banyak mimpi besar. Dijelaskan bahwa apa yang didapat seseorang merupakan hasil dari mimpi yang dibayangkan dan diusahakan. Sudah menjadi kepastian mimpi hanya akan tinggal mimpi bila tidak diusakan dengan langkah-langkah sistematis untuk mewujudkannya.
5. DISKUSI PASKA KAMPUS
Pemateri pada bulan Maret ini adalah ustdaz Aris yang merupakan dosen teknik perkapalan ITS-Surabaya. Beliau menjelaskan materi Muslim dan Iptek. Beliau memaparkan mengenai kondisi IPTEK di negara Indonesia selama beberapa periode. Dari beberapa periode tersebut maka bisa disimpulkan bahwa IPTEK di Indonesia sungguh jauh tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia seperti Jepang dan Amerika. Hal ini merupakan permasalahan yang kompleks karena banyak sekali kepentingan yang muncul dalam hal pengembangan IPTEK di Indoesia. Ketertinggalan bangsa Indonesia dalam bidang IPTEK ini sebenarnya mencoreng umat Muslim di Indonesia. Betapa tidak, mayoritas rakyat Indonesia adalah muslim. Bila bangsa Indonesia tertinggal dalam IPTEK maka otomatis ini berarti umat muslim di Indoenesia tertinggal dalam bidang IPTEK. Karena hal itu diperlukan usaha bersama dari semua elemen untuk memperbaiki citra umat Muslim di Indonesia pada khususnya dan umat Muslim di dunia pada umumnya dengan cara mengembankan IPTEK yang sesuai dengan SDA dan SDM di negara masing-masing agar mempunyai keunggulan kompetitif dibanding dengan IPTEK dari negara lain yang sudah maju.